hpn2020
Rabu, 19 Jun 2019 23:22

Proyek Riol Tokala Atas Baru SeUmur Jagung Sudah Ambrol

Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Morowali, lensaangkasanews.com - Benar-benar memprihatinkan kwalitas kerja yang dilakukan pihak rekanan atas pekerjaan Proyek Riol Tokala atas Kec.Bungku Utara Kab.Morowali.

Proyek yang seharusnya bermanfaat bagi warga Tokala Atas akhirnya tak dapat dinikmati karena ulah pihak rekanan dan juga pihak dinas terkait yang tidak profesional menjalankan tanggung jawab.

Demikian disampaikan Timo (42) salah satu warga Bungku Utara saat pertemuan tak sengaja dengan wartawan media ini di didinas Capil Morut yang saat itu dirinya sedang mengurus administrasi kependudukan.

"Ini pak poto-potonya dilapangan, sangat memprihatinkan baru saja dikerja sudah ambrol",

Terangnya sambil menunjukkan dokumentasi poto di hp genggamnya. Proyek yang menelan anggaran hampir 200 jt itu diduga kuat ada kongkalikong antara PPK dengan pihak rekanan yang kerja yakni CV.Gamananda Pratama untuk mengeruk keuntungan pribadi sebesar-besarnya, yang pada akhirnya merugikan masyarakat.

Buktinya dinas terkait dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Morut diam membisu, terkesan membiarkan terjadinya indikasi tindikan korupsi pada proyek Riol Tokala Atas, Terangnya.

Diakhir perbincangan dirinya mewakili masyarakat Tokala atas berharap agar penegak hukum turun lokasi melakukan tindakan hukum atas indikasi korupsi pada proyek Tokala Tas.

"Olehnya, kami harap aparat penegak hukum untuk turun langsung melakukan tindakan hukum atas indikasi tindak pidana korupsi yang merugikan masyarakat.

Tak boleh dibiarkan hal-hal seperti ini, kalau mau membangun daerah ini harus bersih dari unsur korupsi, para aparatur pemerintah yang tidak punya niat baik membangun daerah ini agar segera di eleminasi", Pintanya.

PPK dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Rijal yang di konfirmasi di kantornya (18/6) belum berhasil. Menurut stafnya sedang ada TL ke Palu.

"Pak Rijal lagi ada TL Palu pak", Ucap salah satu stafnya.

Dikonfirmasi via wa 081245964xxx menjelaskan secara singkat bahwa proyek tersebut masih dalam proses, begitupun soal hak kontraktor belum dicairkan sepenuhnya (100%).

"Intinya kegiatan ini masih dalam proses, dan terkait dengan kewajiban dinas dasar kontrak yang di keluarkan waktu kegiatan 90 hari kerja, dan untuk hak perusahaan kami baru realisasikan 30 persen dari anggaran dan saat ini kami lagi konfirmasi dengan pihak ketiga untuk tindaklanjut terkait kegiatan tersebut, demikian tq",Tulisnya.

Saat ditanya soal pengawasan dinas dilapangan dirinya mengaku sudah melakukannya. "Ia kemarin pengawas kami sudah turun pantau dan untuk sementara masih proses klarifikasi dengan pihak ke dua", Tulisnya.

Saat wartawan media ini meminta nomor hp pihak rekanan untuk kepentingan konfirmasi, dirinya mengaku tak punya nomornya. "Maaf nomornya tidak ada", Balasnya.*** (TAR)

Baca 333 kali

Terpopuler Sulteng

© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+