hpn2020
Senin, 10 Jun 2019 14:26

Stop Ambil Kesempatan Dalam Kesempitan

Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Harga Sembako Melambung Tinggi Ditengah Musibah Banjir Morowali

Morowali, lensaangkasanews.com - Benar-benar tak punya empati sejumlah oknum pedagang yang menjajahkan dagangannya di tengah musibah banjir Morowali malah ambil kesempatan dalam kesempitan.

Bahan- bahan sembako yang sebelumnya di jual dengan harga normal tiba-tiba melambung tinggi, kenaikannya mencapai 200-400 persen.

Sontak menambah derita warga yang dalam situasi pengungsian, bukan diringankan malah menambah beban derita disebabkan harga-harga kebutuhan diluar kewajaran.

Demikian penuturan sepenggal kalimat yang dilontarkan Rusmana (38) di bungku yang sempat bermalam di bahodopi saat musibah banjir melanda.

Dia memaparkan bahwa harga-harga yang dijual sudah melampaui batas kewajaran seperti sejumlah harga sembako berikut ini. Telur ayam 100.000/rak, Ayam/ekor 100.000, Rica/lombok 150.000/kg, Rica keriting 200.000/kg, Bawang merah/putih 45.000, ikan 70.000/kg, Bensin bervariasi dari 20.000-30.000/botol, pertalite 50.000/liter.

Hal serupa dilontarkan sejumlah warga Morowali lewat cuitan di Morowali Media Center (MMC), Global misalnya"pedagang yang nakal di Bahodopi mestinya pemerintah turun tangan menstabilkan harga, masyarakat menjerit akibat sebagian pedagang mengambil kesempatan dengan menjual barang-barangnya seenaknya saja.

Air galon 20rb telur 3/10rb tabung 3kg 100rb bensin/pertalite 50/liter teh pucuk 15rb mie instan 5rb/bungkus, masyarakat sudah susah di jadikan lagi korban, Bahkan dibeberapa penjual tabung LPG 3KG 100 HINGGA 150/TABUNG", tulisnya.

Pemda Morowali melalui Kepala Dinas Kominfo Drs.Abd Rahman Toppo yang dimintai keterangan terkait hal tersebut menjelaskan bahwa hari ini (10/6) Tim/Dinas terkait di bawah koordinasi Asisten Dua telah di tugaskan Oleh Bpk Bupati untuk turun langsung ke lapangan.

"Iya hari ini tim/dinas terkait dibawah koordinasi Asisten II telah di tugaskan oleh bupati untuk turun langsung ke lapangan khususnya di Kec Bahodopi dalam rangka pengendalian harga-harga di daerah terdampak langsung bencana Banjir",jelasnya.

Lanjut Rahman, bahkan 181 tabung gas 3 kg disita dari pedagang kemudian dilelang kepada warga di kolono bungku timur dengan harga Rp.28.000/tabung, jelasnya.*** (TAR)

Baca 319 kali

Terpopuler Sulteng

© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+