hpn2020
Senin, 10 Jun 2019 13:54

Banjir Morowali Robohkan 3 Jembatan Vital

Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Foto Banjir Di Morowali

Morowali, lensaangkasanews.com - Banjir yang menerjang sejumlah wilayah Morowali bukan saja meluluhlantakan area pemukiman warga tetapi tiga jembatan yang merupakan akses penghubung utama jalan lintas Trans Sulawesi juga rubuh.

Tiga jembatan tersebut yakni jembatan wosu Kec.Bungku barat, jembatan bahodopi Kec.Bahodopi, jembatan dampala Kec.Bahodopi.

Untuk jembatan wosu sudah langsung di buatkan jembatan darurat menggunakan batang kelapa atas kerjasama masyarakat setempat bersama pemda sehingga pengguna jalan baik roda dua maupun roda 4 sudah bisa lewat akses tersebut, walaupun masih terbatas bagi kendaraan yang bermuatan melebihi kapasitas.

Untuk jembatan bahodopi masih dalam pengerjaan oleh warga, saling gotong royong bahu membahu ditunjukkan warga setempat agar akses penghubung dari bahodopi dan ke bahodopi bisa terlalui.

Kemudian jembatan dampala adalah jembatan paling parah diterjang bajir, sama sekali belum bisa ditangani. Jembatan ini menyebabkan akses antar desa antar kecamatan bahkan antar Prov.Sulteng-Kendari terputus total.

Hal tersebut disebabkan terjadinya erosi/pengikisan saat banjir berlangsung sehingga lebar sungai bertambah luas yang tadinya berkisar 20 meter kini menjadi sekitar 100 meter ditambah arus sungai yang begitu keras.

Terpaksa warga yang hendak keluar bahodopi atau masuk bahodopi harus mengurungkan niatnya, menunggu hingga jembatan sementara bisa di buatkan. Namun untuk saat ini sudah ada rakit/perahu penyeberangan atau lewat jalur laut menggunakan transportasi laut namun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Untuk penyeberangan dampala menggunakan perahu harus mengeluarkan kocek Rp.150 rb sudah termasuk motor dan penumpang, sementara menggunakan transportasi laut Rp.350 rb-Rp.500 rb penumpang dan motor.

"Harga yang diterapkan oleh pihak transportasi laut sungguh miris dan tak punya rasa kemanusian apapun alasannya. Dari pihak transportasi laut mengklaim harga tersebut sebagian diperuntukan bagi kuli panggul yang mengangkat kendaraan serta berlaku bagi karyawan IMIP yang punya gaji tergolong besar", Demikian penjelasan Wawan kepada wartawan media ini.*** (TAR)

Baca 273 kali

Terpopuler Sulteng

© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+