Selasa, 26 Februari 2019 06:20

Oknum Kades Dipolisikan, Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Anak Dibawah Umur

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Foto brita pelecehan sexsual

BUOL, lensaangkasanews.com - Jumria M Ponamon 39 tahun Melaporkan kepolres buol atas dugaan pelecehan seksual  oleh oknum kepala desa negeri lama kecamatan bokat kabupaten buol terhadap F 16 tahun Siswi santri salah satu pondok pesantren diketahui masih dibawah umur yang terjadi pada hari minggu 25 november 2018 yang lalu.

Terungkapnya peristiwa yang menimpa F santri dipesantren negeri lama kecamatan bokat kabupaten buol setelah F kembali untuk mengambil perlengkapanya dipesantren seperti pakaian dan berkas sekolahnya.namun saat masuk dalam pesantren F merasa takut dan menunda niatnya.dan mendatangi rumah keluarganya dekat pesantren serta menceritakan hal sebenarnya kepada kelurganya BEGINI CERITANYA(korban F)"saat itu Hari minggu tanggal 25 bulan 11/2018 saya dijemput bapak IM diruma kakek saya hari minggu jam 9 dan pulang jam 4 sore.

katanya mau refresing dimatinan,dia pamit sama kakek saya.jadi saya ajak sepupuku Maharani.setelah jalan ternyata tidak kematinan tapi arah lakuan Tolitoli.setelah dalam perjalanan kami diminta oleh pelaku(IM)untuk pindah tempat jadi saya disamping pelaku IM.setelah diperjalanan dia tarik-tarik kepala saya dia cium.dan karna saya mabuk dia tarik lagi kepala saya dibaringkan diatas pala-palanya.setelh pulang pas lewat diruma makan di bukit kumaligon IM minta kepada sopir E singga dan mereka turun semua saya bilang sama pak IM.(Om saya tidak turun. saya mabuk.)setelah beberapa saat. bapak IM ini naik lagi kemobil.sambil menutup kaca mobil dan saya dicium-cium lagi sambil dia tarik.

Dia banting saya.dan dia tindis pala-pala saya.dia buka celana dalam saya saat itulah saya di gauli oleh bapak IM.saya mau berontak tidak berdaya.setelah itu saya dia ancam untuk tidak memberitahukan kepada siapa pun.jika saya membocorkan kejadian tersebut maka saya bersama sepupu Salawati akan dibunuh katanya.sejak saat itu saya tidak mau lagi kembali ke pesantren.apa lagi melihat Bapak IM saya takut."kata Korban Fotonya Mendengar pernyataan F. maka pihak keluarga(orang tua F) berinisiatif untuk melaporkan peristiwa yang menimpa F guna meminta kepada penegak hukum agar oknum kepala desa yang sudah tega mencabuli F agar di proses secara hukum"kami minta agar kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku dan saat ini kan suda ditangani pihak kepolisian jadi kita serhkan saja prosesnya kepada pihak polisi.dan kami minta agar diberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku dinegeri ini"kata mohsen(kakek korban)

Dalam keterangannya kasat reskrim polres buol iptu Aji Riznaldi Sik senin diruang kerjanya" saat ini masih dalam tahap proses pemeriksaan dan pelakunya sudah kami amankan berdasarkan sejumlah bukti petunjuk baik dari keterangan kedua orang saksi E dan M serta bukti pakaian yang digunakan korban dan kendaraan roda empat(mobil)sebagai tempat kejadian yang menjadi dasar petunjuk dimana laki-laki berduaan didalam sebuah mobil yang terkunci dalan waktu 15 menit sampai dengan 30 menit itu sudah menujukan bahwa mengarah telah terjadi sebuah peristiwa. sehingga kami melakukan penahanan terhadap pelaku IM karena 2 alat bukti sudah cukup, karena perkara ini termasuk lex speasialis Yang penanganan perkaranya dilakukan secara khusus.jika pelaku tidak mengakui perbuatannya.ya memang dia punya hak untuk membantah nanti kan yang menentukan adalah hakim."kata kasat Reskrim Ditempat terpisah ustad selaku pembimbing F Lalu Risal Spd.I.menjelaskan kepada awak media.

Selama jadi santri merupakan santri yang taat agama dan pandai mudah memahami pelajaran yang diberikan oleh ustad.ceoat menghafal alkur'an dan rajin sholat.namun sejak bulan juli 2018 F sudah tidak aktif lagi dipesantren karena diketahui sering sakit dan masuk rumah sakit."Santrinya sangat pandai dan mudah memahami apa yang kami sampaikan.seperti menghafal alkuran dan dia juga rajin sholat.namun sejak bulan juli 2018 dia sudah tidak lagi aktif.karna kami tau dia sering sakit"kata ustad Kasus pencabulan yang diduga menyeret oknuk kades desa negeri lama menambah daftar kasus pencabulan hingga tahun 2019.untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya oknum kades tersebut saat ini mendekam dijeruji besi***rahmat

Baca 1381 kali Terakhir diubah pada Selasa, 26 Februari 2019 06:36
© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.

Salin cuplikan kode