Rabu, 28 November 2018 10:04

DPO Kasus Penista Orang Meninggal Akhirnya Tertangkap Di ToliToli

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
 
 
 
BUOL, lensaangkasanews.com - Berdasarkan surat mahkama agung republik indonesia nomor:89/panmud pidana /IV/2018 terdakwa Ramly ts L perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap dan bisa dilakukan eksekusi oleh jaksa penuntum umum kejaksaan negeri buol
 
Kasus yang menjerat Ramly ts l telah terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja melakukan suatu perbuatan terhadap seseorang yang telah meninggal dunia sehingga jaksa pe untut umum menjerat dengan pasal 320 ayat 1 KUHP tentang penistaan terhadap sesorang yang sudah meninggal dunia
 
Dieksekusinya ramly berdasarkan putusan majelis hakim pengadilan negeri buol pada tanggal 2 novembwr 2017 nomor 92/pid.B/2017/pin buol majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penistaan terhadap orang yang sudah meninggal dunia dengan pidana penjara selama empat(4)bulan 
 
Akan tetapi dengan putusan tersebut ramly beserta penasehat hukumnya fadli is suma Sh.Mh menyatakan banding ke pengadilan tinggi sulawesi tengah
 
Dan pada tanggal 8 desember 2017 pengadilan tinggi sulawesi tengah memutuskan perkara tersebut dengan putusan nomor 151//pid/2017/pt palu yang menyatakan menerima permintaan banding dari penasehat hukum terdakwa tersesbut dan mengubah putusan pengadilan negeri buol tanggal 2 november 2017 nomor:92/pid.b/2017/pin buol dan dimintakan banding sekedar mengenai lamanya pidana yang dijatuhkan dengan pidana penjara 3 bulan namun terdakwa beserta penasehat hukumnya belum merasa puas atas putusan pengadilan tinggi sulawesi tengah terpidan dan penasehat hukumnya menyatakan kasasi ke mahkama agung republik indonesia.
 
Akan tetapai permintaan kasasi oleh terdakwa beserta penasehat hukumnya gagal disebabkan mahkama agung menolak permintaan kasasi oleh terdakwa dan penasehat hukumnya dengan nomor 89/panmud/IV/2018 perihal pengembalian berkas perkara kasasi atas nama terdakwa ramly ts l yang diterima JPU pada tanggal 18 april 2018 sehingga berdasarkan penolakan oleh mahkama agung tersebut jaksa penuntut umum kejaksaan negeri buol akan melakukan eksekusi penahanan terhadap terpidana 
 
Jaksa penuntu umum kejari buol sejak menerima surat dari mahkama agung bahwa permintaan kasisi oleh terdakwa dan penasehat hukumnya maka dengan itikad baik JPU kejari buol sebelum melakukan eksekusi terlebih dahulu mengirimkan surat panggilan terhadap terpidana sebanyak tiga kali.yang pertama tanggal 24/april 2018 ke dua tanggal 7 mei 2018 dan yang ketiga tanggal 2 juli 2018 namun terdakwa tidak menghadirinya.
 
Akan tetapi pihak kejaksaan negeri buol masih memberikan tolernasi berupaya mendatangi rumah terpidana ramly pada tanggal 4 juli 2018 untuk dilakukan eksekusi namun tidak berada di rumahnya dan terus tidak korporatif dan sering berupaya melakukan tindakan kekerasan dan sejak saat itu terpidana di nyatakan statusnya menjadi DPO(Daftar Pencarian Orang)
 
Pada hari selasa tanggal 20 november kepala seksi kejari buol I Nengah Hardika yang didampingi oleh kepala seksi pidana umum berhasil melakulan eksekusi terhadap terpidana ramly di desa lingadan kecamatan dakopamean kabupaten tolitoli sulawesi tengah.
 
Sementara itu sejak tertangkapnya Terpidana. penasehat hukum terpidana Padli Is Suma Sh.Mh dimintai komentar oleh media ini melalui henvon genggam rabu malam pada jam 9.00 dengan nomor:08229360xxxx namun Nomor tidak aktif.sehingga berita ini dinaikan.***(rahmat)
Baca 483 kali
© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.

Salin cuplikan kode