Jumat, 09 November 2018 03:16

Pedagang Ikan Tradisonal Kelurahan Buol Gelar Aksi Pengrusakan Pasar Ikan

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
 
 
BUOL, lensaangkasanews.com - Kamis tanggal 09 November 2018 sekira pukul 12.15 Wita bertempat di pasar ikan /pasar sentral Buol Jl. Ir. Karim Mbow Kel. Buol Kececamatan  Biau Kabupaten Buol telah di lakukan pengrusakan fasilitas tempat  penjual ikan oleh para penjual ikan. 
 
Pengurasakan yang di lakukan oleh para penjual ikan tersebut sebagai bentuk protes kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang dinilai kurang dalam menertibkan para penjual penjual ikan liar yang berada pada sepanjang jalan, mulai dari pertokoan sampai ke jembatan Buol sehingga para pembeli ikan tidak lagi datang ke pasar ikan tetap untuk membeli ikan mengakibatkan para pedagang ikan tetap pada pasar ikan mengalami penurunan hasil jualan mereka.
 
Salah Satu toko masyarakat kelurahan buol RONI TOS di temui wartawan media ini warga keluarhan Buol, pekerjaan penjual ikan, alamat Lingkungan Bendar, Kelurahan. Buol. 
Yang bersangkutan "mengatakan bahwa sejak 2 bulan terakhir ini pasar ikan sudah sepi sudah jarang pembeli datang untuk membeli ikan.
 
Hal tersebut di karenakan para penjual ikan sudah tidak menjual lagi di tempat  yang telah di sediakan oleh pemerintah sebagai tempat yang resmi untuk menjual ikan.
 
 Di samping itu pula saat di lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Kab Buol  pada tanggal 24 September 2018 dengan menghasilkan rekomendasi untuk menunggu relokasi pasar agar para penjual ikan yang di jalan Jalan dapat di tertibkan kembali untuk menjual di dalam pasar.
 
Menurut TONI Dari hasil RDP yang menghasilkan rekomendasi tersebut berikut petikannya
 
1. Wajib yang menempati Pasar baru harus benar benar orang yang beraktifitas sebagai pedagang ikan, daging ayam dan sayur di pasar lama 
 
2. Selama Relokasi tidak bole pungut biaya dari pihak manapun 
 
3. Penjabutan nomor undian di lakukan di DPRD. 
 
4. Sejak Oktober sampai 31 Desember 2018 Jangan dulu dipungut biaya retribusi
 
5. proses pemindahan penghuni pasar lama disesuaikan dengan jumlah kesiapan fasilitas yang telah tersedia di pasar baru. 
 
Menurut Roni Toss hal itu yang tidak di indahkan kemungkinan besar kejadian yang terjadi sebagai bentuk kekecewaan terhadap para penjual ikan yang ada dalam pasar karena para penjual ikan lainya sudah tidak menjual lagi di tempat khusus untuk menjual melainkan  menjual di pinggir pinggir jalan sepanjang pertokoan sampai jembatan Buol.
 
Hal ini tidak ada lagi kepedulian pemerintah terhadap pasar, khususnya pasar ikan yang ada sekarang ini, mungkin itu penyebabnya sehingga tempat tempat tsb di rusak oleh para penjual  yang ada dalam pasar. Mereka berpikir bahwa fasilitas yang ada tidak di gunakan lagi, manalagi rencana pasar akan di relokasi oleh pemerintah. 
 
Sampai berta ini diterbitkan konfirmasi wartawan media ini ke pihak pemerintah kelurahan Buol dalam hal ini Lurah Masita Kunding S.sos tidak berada ditempat.***(Rahmat)
Baca 530 kali
© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.

Salin cuplikan kode