Sabtu, 08 September 2018 01:48

Oknum Kepala sekolah Anulir Surat Keputusan(SK)Kepala Dinas

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(0 pemilihan)
 
 
Buol, lensaangkasanews.com - Lagi-lagi dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol diperhadapkan dengan perilaku oknum kepala sekolah yang tidak mencerminkan seorang pemimpin,hal ini telah mencoreng nama baik pendidik dilingkup kabupaten Buol,dimana pada dasarnya sebagai seorang pemimpin lebih mengutamakan pertimbangan pada setiap mengambil keputusan,apa lagi dalam melakukan pemberhentian tenaga honor yang bukan kewenangannya sehingga terkesan menganulir keputusan yang lebih tinggi
 
Pasalnya pada tanggal 24 Agustus 2018 salah satu pekerja honorer inisial MR yang SKnya diterbitkan oleh kepala Dinas tertanggal 18 januari 2018 tiba-tiba di berhentikan oleh oknum kepala sekola dengan alasan yang bersangkutan sedang mengikuti pencalonan DPRD kabupaten buol.
 
tidak lagi aktif dalam bertugas.dan mengingat dana yang sangat minim.sehingga kepala sekolah menerbitkan surat pemberhentian tertanggal 24 Agustus 2018 dengan tembusan kepala dinas DIKBUD kabupaten Buol(sebagai laporan)Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Buol.koordinator pengawas Kabupaten Buol.
 
akan tetapi surat yang di terbitkan tersebut tidak dilengkapi dengan melampirkan sejumlah yang menjadi alasan dalam pemberhentian tugas sebagai honor.sehingga pemberhentian dinilai  sepihak.
 
Setelah di konfirmasi kepada kepala sekolah Moh Yamin Mastura,S.pd senin 03/09/2018 diruang kerjanya menjelaskan"semua tahapan sudah saya lakukan baik secara lisan maupun dengan rapat bersama para guru di sekolah dan selama itu saudari MR tidak pernah hadir jika diminta untuk datang,sehingga saya menerbitkan surat pemberhentian karena saya masih berpegang pada SK kepala sekolah"kata kepse
 
Sementara itu menurut pengakuan MR kepada media ini"bukannya saya tidak mau hadir dalam rapat,saya dipanggil hanya secara lisan untuk memberikan keterangan persoalan kecil seperti keaktipan saya ada satu minggu memang tidak bisa masuk kerja karena saya melahirkan,setelah saya sudah sering disoroti tidak masuk saya paksakan meskipun saya masi kurang sehat karena baru habis melahirkan.
 
Kemudian soal pekerjaan saya tetap melaksanakan pekerjaan sesuai tugas saya dan yang berikut tentang saya mencalonkan DPR,jika memang tidak bisa maka saya siap untuk mundur dan memilih untuk bekerja lagi di sekolah. 
 
Tapi tiba-tiba saya sudah dilayangkan surat pemberhentian tugas sebagai honor dan tanpa dilampiri dengan alasan-alasan yang menjadi pertimbangan pemberhentian terhadap saya"akunya.
 
Ditempat terpisah sekertaris dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten buol.
Drs Kasim Rauf rabu 5/09/3018 diwawancara awak media menjelaskan"saat ini kami sedang berkoordinasi dengan KPUD kabupaten buol dan kepegawaian daerah terkait regulasinya jika memang tidak di bolehkan pagawai atau honorer untuk menjadi calon legislatif.maka harus mundur dari tugas sebagai PNS atau honorer. kita tidak bisa menabrak aturan dan untuk surat keputusan SK dinas itu akan saya anulir dan surat pemberhentian dari kepala sekolah saya perintahkan untuk di batalkan.kemudian kepala sekola kami minta untuk mengusulkan ke dinas kembali untuk tenaga honor"kata sekertaris Dikbud.***rahmat
Baca 1474 kali Terakhir diubah pada Sabtu, 08 September 2018 02:58
© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.

Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+