hpn2020
Disaring berdasarkan tanggal: Mei 2020 - Lensaangkasa.com

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Di tengah pandemi Covid-19 Mabes Polri kembali memberi bantuan kepada masyarakat yang ada di kabupaten Tolitoli,kali bantuan dari Mabes Polri berbentuk beras berjumlah 10 ton,di salurkan lewat Polres Tolitoli.

Polres Tolitoli melalui Kasubbag Humas Polres Tolitoli AKP Moh Rizal Hi Bandi mengatakan bantuan tersebut nantinya akan diberikan ke Polsek-Polsek, yang selanjutnya akan dibagikan oleh para Bhabinkamtibas.Hal ini sebagai bentuk bakti sosial Polri peduli Covid-19. 

Bantuan beras sebanyak 10 ton dikemas dalam 2.000 karung. Setiap karung berisi 5 kg bersih,akan disalurkan sesuai data yang telah disiapkan di wilayah Polsek masing-masing kepada warga kurang mampu.

"Bantuan 10 ton beras tersebut berasal dari Mabes Polri yang diperuntukkan kepada masyarakat yang belum tersentuh Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah" kata Rizal, Jumat (29/5/2020).

“Gerakan bakti sosial Polri Peduli Covid-19 ini sesuai dengan arahan Bapak Kapolri, dimana Polri turun langsung membantu warga dalam masa-masa sulit pandemi covid-19,” tambahnya.

Dia berharap bantuan tersebut bisa mengurangi beban hidup sehari-hari bagi warga yang terdampak Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini sedikit membantu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Walaupun bantuan ini tidak seberapa nilainya, akan tetapi dapat mengurangi beban hidup warga kurang mampu yang terkena dampak virus covid-19,” ucapnya.***(sa)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Kabupaten Tolitoli mulai tanggal 29 mei 2020 akan melaksanakan The New Normal,mengingat perekonomian hampir lumpuh,masyarakat sudah bisa beraktifitas seperti biasa tetapi harus menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Rapat koordinasi yang di pimpin Bupati Tolitoli H.M Saleh Bantilan disepakati akan membuka kembali seluruh akses masuk ke wilayah Kabupaten Tolitoli,baik melalui darat,laut dan udara,membuka kembali kegiatan di Rumah-Rumah Ibadah yang akan di atur secara teknis dengan surat edaran kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Tolitoli.

Ditemui wartawan lensaangkasanews.com usai rapat di aula wisma daerah Alek Bantilan mengatakan,kita bersyukur dengan adanya virus Corona gaya hidup kita berubah,sekarang ini kita masuk pada gaya hidup bersih.

Olehnya itu saya menghimbau kepada masyarakat agar hidup bersih setiap hari tetap di pertankan jelas Alek,dengan memakai masker paru-paru kita jadi bersih,begitu juga kalau kita sering cuci tangan pasti makanan yang di pegang bersih masuk kedalam tubuh. 

Lebih jau laki-laki berkumis tebal ini mengatakan,mulai sekarang roda ekonomi harus berjalan dan berkembang,semua pedagang kuliner yang ada di taman kota GMB dan beberapa tempat yang ada di dalam kota Tolitoli sudah bisa jualan kembali seperti biasa,tapi harus bersih,tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli tetap melaksanakan tugas dengan melakukan edukasi-edukasi kepada masyarakat melalui posko-posko yang akan dibentuk oleh jajaran TNI/Polri maupun di tempat-tempat umum lainnya. B

Bupati Alek Bantilan mengatakan, keputusan ini akan dievaluasi setelah diberlakukan selama satu bulan. Hal ini dilakukan agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan lancar.***(venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Rapat tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Tolitoli malam ini Rabu 27/5/2020 memutuskan tiga pintu perbatasan di Tolitoli dibuka,pasukan yang ada di perbatasan semua di tarik.

Bupati Tolitoli Hi.Moh Saleh Bantilan juga ketua tim gugus tugas Covid-19 mengatakan semua pasukan di tarik saja dan kembali bertugas seperti biasa,selanjutnya akan dibuat posko di beberapa tempat keramaian yang ada di dalam kota Tolitoli untuk menghimbau masyarakat tetap melaksanakan protokoler kesehatan.

Lebih jau Bupati menegaskan walaupun pintu perbatasan dibuka tetapi masyarakat harus tetap menjalankan kehidupan dengan memakai protokol kesehatan.

Selama ini pasien ODP,PDP dan yang terkonfirmasi positif sehat semua,untuk apa kita takut dengan virus corona jelas bupati,yang harus kita lakukan adalah pakai masker,rajin cuci tangan dan jaga jarak. 

Saya mohon maaf kepada masyarakat selama ini pintu perbatasan saya tutup sehingga membuat lumpuh perekonomian masyarakat pinta Bupati.

Ia pun mengatakan itu semua saya lakukan demi menjaga warga Tolitoli dari serangan Virus corona tegas Saleh. 

Mulai tanggal 29 mei nanti saya mengajak masyarakat untuk beraktifitas seperti biasa jalankan kembali roda perekonomian dengan tetap memakai protokol kesehatan kata Bupati.***(venus)

Diterbitkan di Daerah

Foto : Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tolitoli Nuralam,ST

 

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Batas wilayah antara Kabupaten Tolitoli dan kabupaten Buol di Desa Lakuan Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli Provisi Sulawesi Tengah kini di pasangkan pintu terbuat dari kayu dan kawat berduri.

Ketua Harian gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 kabupaten Tolitoli Nuralam,ST ditemui wartawan lensaangkasanews.com mengatakan pemasangan pintu tersebut adalah keinginan masyarakat yang di sampaikan lewat pihak kecamatan ke Bupati Tolitoli sehingga Bupati langsung perintahkan agar di buat pintu di perbatasan yang ada di Desa Lakuan.

Menurutnya, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di wilayah kabupaten Tolitoli,masyarakat harus di siplin,juga pintu perbatasa harus lebih di perketat.

Itu sebabnya tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Tolitoli membuat pintu di tiga perbatasan,dan yang di pasang pintu terlebih dahulu pintu perbatasan di Desa Lakuan.

Pintu ini di pasang karena pelintas baik yang berjalan kaki maupun pengendara roda dua sering menerobos karena yang lalu pintu hanya memakai satu ujung bambu yang melintang.

Kalau sudah di pasang pintu seperti ini,mereka harus berurusan dengan petugas dulu baru bisa lolos masuk ke wilayah Tolitoli tegas Nuralam yang juga kepala BPBD Tolitoli.

Ia juga mengatakan pemasangan pintu akan dilakukan pada tiga perbatasan yang ada di kabupaten Tolitoli,namun anggaran yang terlealisasu baru batas wilayah yang terletak di Desa Lakuan.

Batas wilayah di Desa Lakuan di dahului karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Buol yang berstatus PSBB,sehingga warga baik yang berjalan kaki maupun pengendara dari arah Buol tidak bisa lagi menerobos,kecuali mobil pengangkut logistik,mobil pengangkut migas,ambulance dan beberapa mobil yang sudah di tetapkan jelas Nur Alam.***(venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Meskipun terpisah dengan keluarganya, 24 orang Pasien Dalam Perawatan (PDP) yang saat ini sedang menjalani perawatan dan pemulihan di fasilitas karantina Penanganan Covid - 19 Kabupaten Tolitoli merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijiriyah pada minggu pagi (24/5). 

Shalat Idul Fitri digelar di halaman bagian dalam Fasilitas Karantina dengan menerapkan protokol Covid-19 seperti menggunakan masker dan mengatur jarak shaf dan 2 orang di antara mereka bertindak sebagai Imam dan khatib.

Usai shalat Idul Fitri berjamaah, seluruh pasien di karantina menikmati hidangan menu khas lebaran seperti makanan burasa, ketupat dan sokko tumbu serta coto dan opor ayam yang dilengkapi berbagai jenis kue yang sebelumnya sudah disiapkan oleh koordinator dan petugas di karantina.

Selain itu, ada juga beberapa orang yang mengantarkan menu lebaran untuk keluarganya yang berada di fasilitas karantina.

Di antara 24 orang yang berada di karantina saat ini 3 orang di antaranya wanita.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penhendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli Nuraila, SKM selaku koordinator Karantina menjelaskan secara umum seluruh PDP yang ada di Karantina ini dalam kondisi baik, sehingga pada perayaan Idul Fitri ini mereka dapat melaksanakannya meskipn harus menerapkan protokol Penanganan Covid-19 di antaranya tidak berjabat tangan usai shalat.

Suasana berlebaran mereka nikmati dengan penuh sukacita walaupun tidak bersama sanak family.,***(venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Guna mencegah dan memutus penyebaran virus corona (covid-19) di Kabupaten Tolitoli, Pemerintah daerah Kabuaten Tolitoli bersama dengan Polres serta Kodim 1305/BT melaksanakan patroli keliling guna mengimbau masyarakat agar melaksanakan Sholat Ied dirumah masing-masing.

Patroli berskala besar yang dilaksanakan pada Sabtu (23/5/2020) malam itu juga melibatkan Forkopimda Kabupaten Tolitoli, stakeholder terkait, tokoh agama serta tokoh masyarakat. 

Kapolres Tolitoli melalui Kasubbag Humas AKP Moh Rizal Hi Bandi mengatakan bahwa kegiatan ini berkaitan dengan penanganan covid-19 dan menyambut hari Raya Idhul Fitri 1441 H di Kabupaten Tolitoli.

"Kegiatan ini dilaksanakan dengan sinergitas tinggi melibatkan Pemerintah Daerah, TNI-Polri, dengan pola preventif dan humanis" kata Rizal Kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan himbauan dengan menggunakan kendaraan taktis Polri ini dilaksanakan di kantong-kantong masyarakat yang padat seperti di pasar dan pusat perbelanjaan. "Anjuran ini juga sudah sejalan dengan edaran dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli" ucap Kasubbag Humas.

Selain itu menurutnya, patroli ini juga mengimbau warga agar tidak melakukan kegiatan takbir keliling. Anjuran ini diberikan untuk menghindari keramaian yang berpotensi menyebabkan penyebaran covid-19.

"Mengingat situasi belum kondusif dari covid-19, maka diminta untuk tidak melaksanakan Takbir Keliling di lapangan atau di tempat terbuka. Dalam kontex menghadapi covid-19, maka semua harus tetap berpedoman pada kebijakan yang telah dibuat oleh Pemerintah Pusat jelas Rizal Bandi.***(venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Satu lagi relawan gugus tugas Civid-19 yang berada di garis depan pintu perbatasan wilayah Kabupaten Tolitoli di Desah Lakuan meninggal dunia.

Juru bicara gugus tugas Percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Tolitoli Arham A.Jacub mengatakan Almarhum Iswadi 35 tahun meninggal pada hari sabtu 23/5 sekitar pukul 01.00 wita dini hari.

Menurut Arham dia dapat informasi dari Sekcam Tolitoli Utara, kalau salah satu tenaga Bantuan Keamanan Desa (Bankamdes) Binontoan meninggal dunia secara mendadak pada saat bertugas menjaga pos perbatasan wilayah Kabupaten Tolitoli yang berbatasan dengan Kabupaten Buol.

Belum di ketahui penyebab kematian namun diduga Iswadi meninggal kerena serangan jantung.

Setelah mendapat informasih pada pukul 04.25 wita kami sarankan agar penanganan jenazah menggunakan SOP Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli kata Arham.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Peyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Kabetan kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah di kawal Polres Tolitoli kamis 21/5.

BLT desa di ambil dari 30 persen dana Desa untuk masyarakat yang terdampak pandemi corona virus (Covid-19).

Pembagian BLT dikawal personil Polres Tolitoli lewat Bhabinkamtibmas Briptu Fathul.

Polres Tolitoli telah berkomitmen untuk terus mengawal jalannya penyaluran BLT Desah walaupun di wilayah kepulauan.

Fathul mengatakan, BLT yang disalurkan bersumber dari anggaran Dana Desa,untuk bulan Mei 2020. Teknis penyaluran yang dilakukan menurutnya dengan mendatangi langsung ke lokasi setempat warga yang berhak menerima bantuan tersebut. 

Pengawalan ini untuk menghindari terjadinya penyelewengan dan gangguan keamanan serta bantuan yang disalurkan harus tapat sasaran kata Fathul.***(venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tolitoli Moh.Asrul Bantilan,S.Sos.,M.Si menjelaskan lewat whatsApp terkait belum dibayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Pegawai Negeri Sipil lingkup Pemeritah Daerah kabupaten Tolitoli.

Belum terbayarnya THR Lebaran bagi ASN di Kabupaten Tolitoli menurut Asrul disebabkan karena terbatasnya dana transfer dari Pusat ke daerah Tolitoli dengan cara bertahap dan terjadi pengurangan dana transfer ke Tolitoli pada awal bulan Mei. Dana yang terkirim dari pusat hanya sebesar Rp 29,8 milyar,sementara yang akan dibayar melebihi dana yang tersedia.

Adapun rincian pembayaran yang akan dilakukan pada bulan Mei menurutnya,pembayaran gaji bulan Mei bagi ASN di Kabupaten Tolitoli sebesar Rp 23,3 milyar,pembayaran dana ADD tahap I bagi para Kepala Desa sebesar Rp 11,1 milyar,pembayaran Tambahan Penghasilan (TPP) bagi ASN selama 2 bulan sebesar Rp 9,6 milyar.

Ditambah lagi dengan Melakukan pencairan penggunaan belanja tidak terduga untuk bantuan penanganan Covid-19 sebesar 5 Milyar,belum lagi melakukan pencairan terhadap kebutuhan menunjang program dan kegiatan yang ada di tiap OPD dalam bentuk tagihan GU/LS maupun tagihan TU utk bulan Mei ini jelas Asrul.

Ia mengatakan berdasarkan pertimbangan sehingga kami betul-betul memilah untuk melakukan pencairan,karena semua kegiatan yang diatas sangat mendesak untuk dicairkan.

Menurut Asrul mengantisipasi tidak terbayarnya THR lebaran bagi ASN dengan anggaran sebesar 23,3 milyar, maka kami menggantikan dengan melakukan pembayaran 2 bulan TPP bagi ASN di bulan Mei ini.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2020 tentang pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) 2020 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49/PMK.05/2020 tentang Petunjuk Teknis Pembayaran Tunjangan Hari Raya bagi PNS dan lain-lain maka diinformasikan juga sesuai pasal 15 yang berbunyi (1) Tunjangan hari raya dibayarkan paling cepat 10 hari kerja sebelum tanggal hari raya.

(2) Dalam hal tunjangan hari raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dapat dibayarkan, tunjangan hari raya dapat dibayarkan setelah tanggal hari raya. 

Kami mohon maaf yg sebesar-sebesarnya karena belum terbayarnya THR Lebaran bagi ASN di Kabupaten Tolitoli yang kemungkinan akan TERBAYARKAN SETELAH LEBARAN ketika Pemerintah Pusat telah melakukan transferan berikutnya ke daerah Kabupaten Tolitoli jelas Asrul Bantilan.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah
Halaman 1 dari 4

Terkini Nasional

© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+