hpn2020
Disaring berdasarkan tanggal: Juli 2019 - Lensaangkasa.com

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Pembekalan pelopor cegah nikah dini di laksanakan di Hotel Mitra Utama Tolitoli selama tiga hari,berakhir pada hari Jumat 26/7,di laksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Provinsi Sulawesi Tengah,bekerja sama dengan Dinas DPPKB Kabupaten Tolitoli.

Pembekalan pelopor cegah nikah dini melibatkan Departemen Agama Kabupaten Tolitoli,Dinas pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Tolitoli,Dinas pemberdayaan perempuan dan Perlindungan anak Kabupaten Tolitoli,peserta guru-guru,murid SMP dan SLTA serta masyarakat.

Kepala Dinas DPPKB Provinsi Sulteng Rusdi Rioeh di temui lensaangkasanews.com dilobih Hotel Mitra Tolitoli menyampaikan maksud dan tujuan pembekalan pelopor cegah nikah dini,agar masyarat lebih paham idealnya pasangan pernikahan baru untuk perempuan umur 21 tahun dan lelaki umur 25 tahun.

Rusdi mengatakan kita libatkan anak sekolah pada pembekalan pelopor cegah nikah dinih agar mereka bisa menjadi duta pelopor cegah nikah dini,anak-anak ini nantinya akan menyampaikan kepada temannya bahwa pernikahan di bawa umur itu tidak baik,bisa menimbulkan pertumbuhan anak yang lahir tidak sehat.

Lanjut Rusdi Sulawesi Tengah berada di peringkat 5 besar Nasional angka pernikahan nikah dini,Kabupaten Tolitoli termasuk penyumbang terbanyak angka pernikahan usia dini di Sulteng.

Pada BPS tahun 2017 ada 4.63 persen jumlah pernikahan usia dini di Indonesia,pada angka kelahiran,dari 1000 seribu jumlah anak yang lahir ada 48 anak anak lahir dari hasil perkawinan usia dini,ini harus di cegah karena pernikahan usia dini akan mengakibatkan gangguan kesehatan tidak normal terhadap bayi yang akan di lahirkan ungkap Rusdi Rioeh.***(venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Inovasi seni lagu dan tari menampilkan musik dua warna,tari kreasi dan akustik performance akan tampil di warkop buya satu Desa Ginunggung Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli.

Acara ini di gelar oleh Dinas Pariwisata di fasilitasi oleh warkop buya.

Owner warkop buya Andi Hamka Pollewai ditemui lensaangkasanews.com mengatakan,acara musik dua warna tari akustik akan di gelar pada hari Sabtu 27/7 2019 di warkop buya satu Desa Ginunggung.

Lanjut Hamka selaku owner saya berharap masyarakat yang ada di kecamatan Galang bisa hadir menyaksikan acara yang di selenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Tolitoli.

Tujuan di laksanakan acara ini untuk menghibur masyarakat,terutama masyarakat kecamatan Galang,selain itu juga agar musik seperti ini bisa lebih di kenal di seantero wilayah kabupaten Tolitoli,karena tari akustik ini lebih dominan menampilkan seni budaya Tolitoli.

Menurut Hamka wilayah kecamatan Galang merupakan daerah destinasi wisata unggulan di kabupaten Tolitoli,seperti Desa Sabang dan Desa lalos,sehingga di harapkan dengan pengembangan inovasi seni tari akustik bisa menambah perbendaharaan seni budaya di Tolitoli,juga menarik perhatian wisatawan di masa yang akan datang.***(vh)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Kejaksaan Negeri Tolitoli melaksanakan syukuran hari bakti Adhyaksa ke 59 Tahun 2019 senin 22/7 di halaman kantor kejaksaan negeri Tolitoli.

Di selah-selah syukuran, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tolitoli Suhardjono, SH menerima beberapa wartawan di ruangannya.

Pada pertemuan di ruangan sebelum melakukan wawancara,perbincangan begitu akrab antara Wartawan dengan Kejari.

Dalam wawancara,ketika ditanya ada tersangka baru pada HUT Adhyaksa ke 59, Kejari Suhardjono,SH menjawab di HUT ke 59 Tahun 2019 kita diminta harus ada satu prodak perkara dari Intelejen.

Lanjut kajari satu perkara sudah ada dan sudah di serahkan dari seksi Intelejen ke seksi Tindak Pindana Khusus,namun Pidsus masih akan proses lagi.

Menurut Kajari Tolitoli,kejaksaan Negeri Tolitoli masih kekurangan Jaksa,sehingga menjadi kendala pada bebera kasus tersangka agak lambat prosesnya.

Coba kalau Jaksa kita ketambahan dua saja,pasti Kejaksaan Negeri Tolitoli akan kerja cepat untuk proses satu kasus uangkap Suhardjono.

Kejari Suhardjono, SH belum menyebut siapa oknum calon tersangka tersebut,karena masih dalam proses.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli,lensaangkasanews.com - Hari bakti Adhyaksa ke 59 digelar di halaman kantor Kejaksaan Negeri Tolitoli pada hari senin 22/7,syukuran hari bakti Adhyaksa juga di rangkaikan dengan hari ulang tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini ke-XIX tahun 2019.

Hari bakti Adhyaksa ke 59 mengangkat tema Tingkatkan Pengabdian demi Kemajuan, Keunggulan dan Kutuhan Negeri.

Bupati Tolitoli Hi. Moh Saleh Bantilan, SH.,MH bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut hadir pada acara ini serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam acara syukuran Bupati atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli menyampaikan selamat Hari Bakti Adhyaksa ke - 59 dan Hari Ulang Tahun ke 19 Adhyaksa Dharmakarini sekaligus menyampaikan terima kasih atas jalinan kerjasama dengan Pemerintah Daerah yang sudah terbangun selama ini.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tolitoli Suhardjono, SH pada kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan hibah berupa bangunan gedung Kantor yang akan digunakan sebaik-baiknya.

Kajari juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Forkopimda atas kerja sama dan sinergitas yang sudah berjalan selama ini dengan harapan dapat lebih ditingkatkan lagi.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.cim - H.Anwar Lihawa menjadi pemenang Pemilihan kepala Desa serentak di Desa Ginunggung kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli.

Anwar menang dengan jumlah suara 492,sedangkan pemenang ke dua hanya mendapat 414 suar.

Dengan demikian H.Anwar Lihawa tetap memimpin Desa Ginunggung pada periode ke tiga ini.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Pemilihan kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Sandana kecamatan Galang kabupaten Tolitoli Senin 22/7 berakhir dengan situasi yang cukup aman dan damai.

Zainuddin Kandidat nomor urut satu selaku petahan Desa Sandana masih di percaya masyarakatnya untuk memimpin kembali Desa Sandana pada periode ke dua.

Sarkodes panggilan akrab Zainuddin memimpin perolehan suara dengan jumlah 505 suara,sementara rivalnya Sofyan Jalil terpaut cukup jau dibawahnya hanya mendapat 426 suara.

Balai Desa Sandana tempat pemungutan suara pada pilkades di padati masyarakat baik dari dalam maupun dari luar sandana yang datang menyaksikan jalannya Pilkades di desa Sandana.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Pemilihan kepala Desa sekabupaten Tolitoli bejumlah 40 Desa,Untuk kecamatan Galang jumlah Desa yang mengikuti pemilihan kepala Desa (Pilkades) serentak ada delapan Desa dari 14 Desa yang ada di kecamatan Galang.

Pantauan wartawan media ini pada minggu 21/7 mulai pukul 21.00 sampai pukul 03.00 dini hari Senin tanggal 22/7,keadaan di delapan Desa sekecamatan Galang yang melaksanakan pilkades masih aman terkendali.

Salah satu peserta pilkades Desa Sandana kecamatan Galang Zainuddin di temui di rumahnya mengatakan walaupun ada beredar isu, ada kandidat yang membagi sarung ke masyarakat namun sampai saat ini belum terbukti dan masyarakat masing masing pendukung di Desa Sandana masih aman terkendali.

Sarkodes panggilan akrab dari Zainuddin mengajak para kandidat agar jangan kita saling baku tegang,siapun yang terpilih itulah putra terbaik di Desa Sandana hasil pilihan rakyat.

Hal senada juga di sampaikan oleh beberapa kandidat calon kepala Desa Lalos dan Desa Ginunggung.

Sudjono G. Darus dan Abian U.Samala, S.Sos dua calon kepala Desa Lalos kecamatan Galang ini juga mengatakan Siapapun yang terpilih mari kira dukung programnya.

Demikian juga dengan H.Anwar Lihawa salah satu calon kepala Desa Ginunggung kecamatan Galang,saya tetap menerima siapapun yang akan jadi pemenang,karena itu pilihan rakyat.

Sementara Kepala kepolisian sektor (Kapolsek)Galang Iptu Rijal di temui di kantor Polsek Galang melihat keadaan di delapan Desa yang melaksanakan pemilihan kepala Desa masih aman terkendali.

Saya dengan beberapa anggota sudah mengadakan patroli dari hari Jumat malam sampai tadi sabtu 21/7 malam kami melihat keadaan masih aman terkendali ungkap Kapolsek.

Lanjut Kapolsek kami juga dapat bantuan pasukan dari Polres Tolitoli berjumlah 53 orang serta ada beberapa personil dari TNI.

Menurut Rijal,keamanan pada Pilkades sangat di tentukan oleh kandidat yang ada di masing-masing Desa tersebut.

Rijal berharap sampai pada acara puncak Pilkades senin 22/7 masyarakat tetap menjaga keamanan,sehingga tercipta kedamaian.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah

Keterangan foto: Dari kiri ketua LSM Bumi Bhakti Ahmat Pombang nampak sedang menyerahkan dokumen laporan kepada Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko, SIK. MH dan yang paling kanan ketua DPD LSM Giak Sulteng Hendri Lamo

 

Tolitoli, lensaangkasanews.com - LSM Bumi Bhakti resmi melaporkan PT Esaputlii Prakarsa Utama ke Pores Tolitoli Rabu 17/7 sore,laporan tersebut menyangkut dugaan pengrusakan mangrove.di Desa Lingadan Kecamatan Dakopemean Kabupaten Tolitoli.

Laporan di antar langsung oleh ketua LSM Bumi Bhakti Ahmat Pombang yang di dampingi ketua DPD LSM Giak Sulawesi Tengah Hendri lamo.

Laporan dari LSM Bumi Bhakti di terima oleh Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko, SIK. MH.

Dalam laporan LSM Bumi Bhakti,selain dugaan pengrusakan mangrove,P.T Esaputlii juga yang rencana akan membangun tambak udang, belum mengantongi izin sudah mengadakan pembabatan hutan dilahan seluas kurang lebih 80 hekta yang berada di wilayah Desa Lingadan.

Menurut Ahmat Pombang belum ada kajian dampak negatif dari lokasi tambak udang tersebut,sudah terjadi pembabatan,kasihan kalau ada biota dan mahluk hidup lainnya yang di lindungi di dalam hutan dan mangrove tersebut,belum di siapkan pengganti tempatnya sudah di musnakan,hal ini juga merupakan pelanggaran.

Kapolres Tolitoli Hendro Purwoko ketika menerima laporan tertulis tersebut mengatakan saya berterima kasih kepada teman-teman LSM yang telah melaporkan secara resmi kasus dugaan pengrusakan mangrove di desa Lingadan.

Karena dengan masuknya laporan tertulis dari LSM Bumi bhakti lebih menambah referensi kami dalam penyelidikan kasus dugaan pengrusakan mangrove dan beberapa dugaan pelanggaran lainnya oleh P.T Esaputlii Prakarsa Utama di desa Lingadan ungkap Hendro Purwoko.

Lanjut Kapolres kami akan seriusi dan tindak lanjuti laporan ini,sebab lokasih rencana tambak udang yang di kelolah T.P Esaputlii Prakarsa Utama di desa Lingadan kami sedang lidik.

Ketua LSM Bumi Bhakti Ahmat Pombang berharap laporan dugaan pengrusakan mangrove di wilayah desa Lingadan yang telah di laporkan ke Polres harus ditindak lanjuti dengan serius sebab kasus ini sudah mengganggu kehidupan bebera biota yang ada di lokasih mangrove tersebut.***(VH)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Kepala Dinas Tanaman pangan dan hortikultura (TPH) kabupaten Tolitoli H.Rustan Rewa,SP. MP baru saja menyelesaikan diklat PIM 2.

Rustan Rewa ditemui di kantor TPH Rabu 17/7 mengatakan sebagai seorang pegawai negeri sipil yang menduduki jabatan eselon dua di tuntut untuk mengikuti diklat PIM dua.

Menurutnya kalau dia adalah salah satu dari 60 peserta yang berasal dari berbagai daerah yang ada di wilayah Indonesia bagian timur yang mengikuti diklat PIM dua.

Lanjut Rustan selama mengikuti diklat PIM saya ikuti dengan cermat semua materi yang di berikan instruktur,karena materi tersebut merupakan ilmu yang akan saya implemetasikan ke masyarakat terutama kepada petani yang ada di kabupaten Tolitoli.

Rustan Rewa menyampaikan kalau dirinya pada diklat PIM DUA di Lan Makasar berhasil masuk 10 besar,dengan memakai judul SIPUDI "Sistim Niaga Pupuk Bersupsidi di kabupaten Tolitoli.

Saya masuk urutan enam,hal tersebut di sampaikan pada acara penutupan PIM dua tanggal 12/7- 2019 di makassar dengan sertipikat terterah sangat memuaskan ungkap H.Rustan Rewa.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah

Keterangan foto: masa aksi petani cengkih ketika berada di kantor DPRD Tolitoli Tolitoli,

 

lensaangkasanews.com - Ratusan petani cengkeh yang tergabung dalam forum petani cengkeh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tolitoli menggelar aksi unjuk rasa terkait anjloknya harga cengkeh. Aksi yang digelar pada Senin 15 Juli 2019 dan dimulai sekira pukul 10.30 WITA dengan melakukan konvoi menuju gudang penampungan cengkeh milik PT Prima Tolis di kawasan jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.

Saat akan masuk ke kantor PT Prima Tolis yang berdampingan dengan gudang penampungan cengkeh, sempat terjadi kericuhan antara ratusan massa aksi dengan puluhan personel kepolisian namun akibat terjadi dorong dorongan akhirnya massa berhasil merangsek masuk.

Massa aksi yang dipelopori ketua koordinasi forum petani cengkeh Jasmin H Ardi sempat menemui perwakilan PT Prima Tolis dan melakukan negosiasi sebagai bentuk protes mereka terhadap anjloknya harga cengkeh yang merupakan tanaman unggulan di daerah ini.

Pertemuan tersebut berjalan buntu yang mana pada akhirnya ratusan massa kembali bergerak menuju gudang penyimpangan cengkeh yang berada di bagian belakang. Usai mendatangi kantor PT Prima Tolis massa aksi yang sebagian besar datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Tolitoli mendatangi kantor DPRD setempat dan melakukan orasi dihadapan para anggota legislatif.

Masa aksi di terima wakil ketua DPRD Tolitoli Nursida K Bantilan di dampingi beberapa anggota DPRD Rahmat Razia dari PKB dan Ashar Nasrulah dari PAN.

Di halaman kantor DPRD masa aksi membakar ban bekas dan api sempat membesar.

Masa aksi tetap bertahan di halaman kantor DPRD walaupun wakil ketua dan beberapa anggota DPRD sudah mempersilahkan masuk ke ruangan,namun mereka tetap berorasi di luar gedung,kata mereka kami mau masuk kalau sudah ada pemerintah yang hadir,sebab kami butuh kepastian harga bukan rekomendasi.

Saat menggelar aksi Koordinator Jasmin H Ardi menngungkapkan kami minta agar mata rantai monopoli cengkeh harus diputus di Tolitoli karena hal tersebut yang membuat harga cengkeh anjlok dan sudah menyengsarakan rakyat,"ungkap Jasmin Senin (15/7/2019).

Jasmin menambahkan pihaknya meminta keseriusan dan campur tangan Pemkab Tolitoli untuk kembali menggunakan perusahaan Daerah (Perusda) dan bekerjasama dengan Bank Sulteng untuk mengambil alih penjualan cengkeh di daerah ini.

Tak puas dengan pertemuan bersama wakil rakyat di kantor DPRD, ratusan massa aksi langsung bergerak menuju kediaman rumah dinas Bupati Tolitoli hingga malam hari, untuk meminta pernyataan terkait anjloknya harga cengkeh.

Di kediaman rumah dinas Bupati,masa aksi di terima Bupati Tolitoli H.M Saleh Bantilan di dampingi beberapa organisasi perangkat daerah terkait,Bupati Alek Bantilan sapaan akrab Bupati Tolitoli mengatakan pada masa aksi,besok harga cengkih saya akan usulkan agar bisa di putuskan Rp 100.000/kg.

"Saya besok rapat bersama Forkopimda dan kami akan mengusahakan agar pembelian cengkeh minimal mengikuti harga pasaran yang ada minimal 94 ribu hingga Rp100 ribu,"tandas Bupati Tolitoli Moh saleh Bantilan.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah
Halaman 1 dari 2

Terkini Nasional

© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+