hpn2020
Disaring berdasarkan tanggal: Oktober 2019 - Lensaangkasa.com

Foto : Dwi bersama isteri tercinta Sri Rahayu A.Alfian. SKM sedang berpose di mobil yang di dapat dari hasil bisnis yang di kelolah  PT BEST

 

Pinrang, lensaangkasanews.com - Dwi seorang laki-laki berasal dari kabupaten Pinrang Sulawesi selatan yang berumur 26 tahun, di masa mudanya ia termasuk salah satu anak mudah pengangguran.

Namun Dwi tidak ingin nasibnya menjadi pengangguran terus,ia merantau ke negeri sebrang Malaysia untuk mencari pekerjaan.

Di Malaysia Dwi berhasil mendapat pekerjaan yang penghasilannya lumayan besar,sehingga Dwi bisa menabung untuk nanti bisa buka usaha sendiri di kapung halamannya di Pinrang.

Setelah Dwi merasa uangnya yang ada sudah terkumpul dan cukup untuk membuka suatu usaha,barulah Dwi Pulang ke kampungnya di Pinrang.

Di Pinrang Dwi memutuskan untuk membuka usaha kuliner dan cafe,usaha yang di gelutinya berkembang pesat,karena sebagian besar anak muda yang menjadi tamu unggulan di cafe milik Dwi.

Keuntungan lewat usaha kuliner dan cafe sudah terkumpul banyak dan Dwi sudah memikirkan pengembangan usaha yang lebih besar lagi.

Setelah itu Dwi mulai mengembangkan usahanya di bidang properti,Dwi berharap usaha properti yang dia bangun bisa membuat masa depan ekonominya gemilang.

Namun keadaan berkata lain,Dwi di tipu uang pembangunan properti milik Dwi di bawah lari orang entah kemana,akhirnya Dwi mengalami kebangkrutan dan tidak punya apa-apa lagi,uang pun ludes di bawa kabur.

Pada suatu hari Dwi ketemu teman lama yang sudah tiga tahun tidak ketemu,lalu si teman mengajak Dwi mengikuti seminar yang di adakan oleh PT BEST.

Di seminar Dwi tertarik karena di lihat yang mengikuti seminar kebanyakan orang-orang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dan tidak punya pekerjaan,tapi mereka bisa sukses di bisnis ini.

Akhirnya Dwi ambil keputusan untuk bergabung dengan bisnis yang di kelolah oleh PT BEST,setelah Dwi bergabung Dwi bekerja dengan semangat dan penuh percaya diri kalau di tempat ini Dwi bisa berhasil.

Sekarang Dwi bisa jalan-jalan dengan istri bernama Sri Rahayu A.Alfian. SKM,juga lewat bisnis di PT BEST Dwi sudah mendapat empat unit motor,satu unit mobil Honda mobilio dan satu unit mobil Pajero sport,ini semua Dwi dapat cuma dalam waktu 11 bulan serta uang tunai ratusan juta rupia.

Sampai sekarang Dwi masih di sibukkan dengan kegiatan sebagai pembicara di PT BEST,untuk membuat orang yang bergabung di bisnis ini menjadi lebih semangat untuk menuju pada kesuksesan.***(Venus)

Diterbitkan di Daerah

Foto : kapolsek Galang Iptu Rijal,SH kedua dari kiri dan Rifai Mapasule ujung kanan sedang berada di ruangan kantor SPBU Sandana bersama karyawan SPBU Sandana

 

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Berkaitan dengan pemberitaan di muat oleh salah satu media on line terkait adanya kelangkaan BBM serta dugaan praktek pungutan liar ( pungli ) untuk pengisian setiap jerigen di SPBU Sandana Kecamatan Galang beberapa hari lalu mendapat tanggapan dari Kapolsek Kecamatan Galang Iptu RIjal SIH, kepada wartawan media ini jumat 18/10/19.

Dirinya mengatakan sudah mengecek dan memintai keterangan langsung kepada beberapa orang karyawan di SPBU tersebut,namun dari hasil permintaan keterangan yang di lakukan oleh polsek Galang,tak ada satupun karyawan yang mengaku telah meminta sejumlah uang untuk pengisian jerigen kepada sopir mobil.

"Kita sudah datang cek ke SPBU sandana dan karyawan disana mengatakan tidak ada pungutan kepada masyarakat yang mengisi bbm melalui jerigen," jelasnya.

Berkaitan dengan adanya kelangkaan bbm di spbu Sandana,Kapolsek mengukui adanya kelangkaan bbm,menurutnya ini di sebabkan jatah bbm solar untuk spbu itu setiap hari hanya dikisaran 8 Ton per hari,sementara kebutuhan bbm jenis solar untuk masyarakat di wilayah tersebut melebihi dari jatah bbm yang di berikan kepada spbu dengan kata lain jatah bbm 8 ton per hari untuk spbu Sandana tidak cukup.

Sebelumnya dalam pemberitaan yang di muat di media online ketua asosiasi nelayan A.Rifai Mappasule menerangkan jika pada jam tertentu spbu sering kehabisan stok bbm solar sehingga terjadi antrian panjang kendaraan untuk mengisi tangki kendaraannya,bahkan ada dugaan oknum karyawan spbu mematok untuk pengisain jerigan milik kelompok nelayan dengan kisaran Rp5000-Rp.10.000 per jerigen kata ketua asosiai nelayan.***( aco)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews com - Jelang pelantikan Presiden dan wakil Presiden,Polres Tolitoli akan memberi situasi aman dan kondusif kepada masyarakat kabupaten Tolitoli.

Kapolres Tolitoli AKBP Hendro Purwoko,SIk, MH di temui wartawan media ini di Mapolres Tolitoli Rabu 16/10, mengatakan Polres sudah persiapkan rencana pengamanan dan kontigensi.

Lanjut Kapolres dalam prepentifnya,pencegahan kita lakukan dalam bentuk patroli-patroli pada kegiatan oprasional Kepolisian yang akan kita tingkatkan.

Kapolres juga mengatakan kegiatan kepolisian ini kita tingkatkan di tambah dengan pengaman dalam rangka persiapan pelantikan Presiden dan wakil Presiden.

Giat patroli-patroli yang kami lakukan semua personil ikut di dalamnya baik itu Bimas maupun Intel juga kami libatkan.

Bimas melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan Intel tugasnya mendengar dan menampung cerita masyarakat,dari situ kita bisa tau aman atau tidak daerah ini.

Kami juga persiapkan sarana prasarana baik kendaraan maupun alat-alat seperti tongkat/pentungan serta borgol dan perlengkapann lainnya untuk fasilitas dalam menjaga keamanan jelang pelantikan kata kapolres.

Menurut Kapolres beberapa hari ini kami juga sudah latihkan untuk pengendalian masa,karena perintah Kapolri sudah jelas bahwa pengendalian masa tidak menggunakan senjata api.

Dalam pengendalian masa Polres akan gunakan kelengkapan lain tentu berkaitan dengan penggunaan kekuatan yang sesuai dengan pemahaman tentang SOP bagaimana bisa mengedalikan masa pada saat bendera kuning,bendera hijau dan bendera merah,situasi seperti itu harus di pahami oleh anggota sehingga meraka bisa melaksanakannya.

Kapoles juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dandim 1305 B/T dalam hal melakukan kegiatan terutama di wilayah Polsek-Polsek,ketika patroli itu bersamaan Polisi dengan TNI.

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Sebanyak 9 bungkus minuman keras (miras) jenis cap tikus berhasil diamankan Polsek Dondo di salah satu rumah warga di Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli, Kamis (10/10/2019).

Kapolsek Dondo Iptu Paulus Samma mengatakan cap tikus tersebut diamankan personelnya berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar yang sudah resah.

Minuman haram tersebut diamankan di rumah milik M (51) yang disimpan di dalam rumahnya.

Kini barang bukti cap tikus tersebut di amankan di Polsek Dondo,Kapolsek Dondo berpesan kepada warga masyarakat khususnya di Kecamatan Dondo agar selalu memberikan informasi tentang aktifitas penjualan minuman keras untuk selanjutnya dilakukan tindakan Kepolisian.***(sa)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli,R lensaangkasanews.com alias-  Roto (18) seorang warga di Jalan Hajar Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli diamankan oleh Satuan Narkoba Polres Tolitoli, Kamis (10/10/2019).

Pelaku tersebut sebagai pembesuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tolitoli yang menyelundupkan satu paket sabu di dalam botol shampo untuk narapidana bernama Bakri.

Kqronologis ditemukannya paket sabu tersebut bermula saat petugas Lapas yang sedang melaksanakan penjagaan di pintu masuk ruang pembesuk melalukan pemeriksaan barang yang dibawa oleh pelaku.

Pelaku tersebut membawa kantongan kresek warna orange yang berisikan satu bungkus rokok dan satu botol shampo yang di dalamnya terdapat satu paket sabu.

Setelah petugas Lapas melakukan pemeriksaan, petugas Lapas menemukan paket sabu tersebut di dalam botol shampo yang rencananya akan di selundupkan ke dalam Lapas untuk napi Bakri.

Kecurigaan Tim Satuan Narkoba Polres Tolitoli tak berhenti disitu, dan selanjutnya Tim Satuan Narkoba Polres Tolitoli juga melakukan penggeledahan badan terhadap pelaku tersebut dan berhasil menemukan satu buah kaleng bundar kecil berisikan sabu-sabu sebanyak satu sachet ukuran kecil dan 6 lembar sachet kasong.

“Jumlah sabu keseluruhan yang dimiliki oleh pelaku adalah sebanyak 1,51 gram (berat bruto)” kata Kasat Narkoba Polres Tolitoli Iptu Samsi Kinsale.

Kini pelaku pembesuk beserta barang bukti diamankan di Polres Tolitoli untuk penyelidikan lebih lanjut.***(sa)

Diterbitkan di Daerah

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Ketua LPPNRI SULTENG (Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia Sulawesi Tengah),Harsono Bereki,S.Sos menyatakan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaporkan PT. Sonokeling Buana ke Polda Sulteng dan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah.

Harsono menjelaskan bahwa PT. Sonokeling Buana adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang memilki Izin Usaha Perkebunan seluas ± 16.500 Ha di wilayah Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah, Perusahaan yang berada dalam group Bukit Berlian ini telah mulai beraktivitas sejak tahun 2012 dan saat ini sudah mulai panen.

Berdasakan hasil pantauan serta kesaksian warga setempat, karena tidak memiliki sarana pabrik pengolahan sendiri,hasil panen berupa TBS (Tandan Buah Segar) diangkut dengan menggunakan truk ke provinsi Gorontalo melalui desa Mulyasari Kabupaten Tolitoli dan melewati Kota Raya Kab Parimo dan selanjutnya menuju ke Gorontalo.

Di jelaskan bahwa, PT. Sonokeling Buana di duga telah melakukan aktivitas ilegal di dalam kawasan hutan melalui pemanfaatan kawasan hutan secara tidak sah. Jika dugaan ini terbukti benar, artinya Perusahaan ini telah melanggar pasal 50 UU RI No 18 Tahun 2013 dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 5 milyar rupiah.

Menurut Ketua LPNRI Sulteng,kasus ini juga akan melibatkan PT. Sentral Pitu Lempa,perusahaan yang bergerak dalam sector pemanfaatan hasil hutan kayu yang arealnya memotong dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol.

Keterlibatan PT. Sentral Pitu Lempa karena lokasi aktivitas PT. Sonokeling Buana yang di duga illegal tersebut berada dalam areal IUPHHK (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu) PT. Sentral Pitu Lempa.

Menurut Ketua LPPNRI, sesuai ketentuan , jika terbukti PT.Sentral Pitu Lempa mengadakan Permufakatan sehingga pihak PT. Sonokeling Buana leluasa dalam beraktivitas dalam areal IUPHHK secara illegal,maka perusahaan yang bergerak dalam bisnis kayu bulat tersebut dapat terkena sanksi pidana Penjara dan denda hingga 1 trilyun rupiah.

Hasil pemantauan Tim Invesigasi LPPNRI Sulteng,pemanfaatan kawasan hutan yang di duga tidak sah ini sudah berlangsung sekitar 6 Tahun,mengingat waktu yang cukup lama dan belum adanya tindakan dari pihak berwenang maka TIM LPPNRI akan melaporkan hal ini ke Polda Sulawesi Tengah.

Di tanyakan tentang informasi lebih detail tentang aktivitas ilegal apa yang akan dilaporkan,Harsono mengatakan akan menjelaskan secara rinci dalam konfrensi Perss yang akan diadakan setelah memegang tanda terima laporan dari polda sulteng.

“Saat ini kami masih mengumpulkan bahan kerangan lebih lanjut karena yang kami laporkan adalah korporasi atau perusahaan besar yang tentu saja kami yakini memiliki koneksi yang luas, sehingga kami harus memastikan bahwa pada saat melaporkan kasus ini semua bukti dan data lapangan sudah lengkap, akan ada konfrensi perss setelah pelaporan”.

Ashar, humas PT. Sentral Pitu Lempa, ketika di konfirmasi terkait hal ini, menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kerjasama antara PT. SPL dan PT. Sonokeling Buana dalam bentuk apapun dalam areal kerja PT SPL. “ saya sudah konfirmasi ke pimpinan dan menurut beliau tidak ada kerjasama antara perusahaan kami dengan sonokeling” tegasnya.

Berdasarkan keterangan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Gunung Dako (KPH Gunung Dako) Kabupaten Tolitoli Titik Koordinat lokasi kawasan hutan yang diduga dimanfaatkan secara illegal oleh PT. Sonokeling Buana di perkirakan berada di dua wilayah KPH, yaitu KPH Pogogul Kabupaten Buol dan KPH Gunung Dako Kabupaten Tolitoli.

Ketika di konfirmasi mengenai aktivitas PT. Sonokeling Buana yang di duga Ilegal tersebut, Kepala KPH Gunung Dako, Carnoto. S.Hut.,MM, menyatakan bahwa KPH Gunung Dako mengharapkan agar semua pihak yang beraktivitas dalam wilayah KPH Gunung Dako harus mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku agar nyaman dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Mengakhiri wawancara dengan Harsono Bereki S.Sos, juga menyampaikan bahwa selain hal tersebut di atas perusahaan ini juga diduga mengantongi izin lingkungan (AMDAL) yang prosesnya tidak sesuai ketentuan atau di sebut cacat hukum, apabila ini terbukti maka segala izin yang terbit berdasarkan Izin Lingkungan tersebut dengan sendirinya akan batal demi hukum.***(Tim).

Diterbitkan di Daerah

Terkini Nasional

© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+