Senin, 15 Januari 2018 05:25

Imprort Beras 500 Ribu Ton Menuai Spekulasi

Nilai butir ini
(0 pemilihan)
Dradioqu.com - Terkait Kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita untuk impor beras dari Thailand dan Vietnam sebanyak 500 ribu ton terus menuai spekulasi.
 
KalanganbPolitisi DPR RI menilai impor beras menjelang panen raya beras nasional mampu merusak harga beras petani.
 
"Firman Soebagio, anggota Komisi IV DPR, menyatakan impor beras mulai akhir Januari 2018 terkesan dadakan ,dengan alasan mengada-ada yaitu impor beras khusus medium yang patah-patah untuk konsumsi menengah bawah Ujarnya di ruanganya Gedung DPR RI Senayan Jakarta 14/01/2018 .
 
“Kami memiliki data bahwa musim tanam Oktober 2017 dengan masa panen Februari 2018 dimana saat ini stok beras, sesuai catatan Kementerian Pertanian, masih aman sampai panen raya. 
 
"Jadi, dimana kelangkaan yang disebut (Mendag) Pak Enggartiasto (Lukita)?” ujar politikus Partai Golkar itu dengan tegas .
 
Karena itulah ia mempertanyakan kebijakan impor beras itu pasca-Mendag Enggartiasto berbicara dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk ikut mengamankan pasokan beras melalui supplier & distributor beras yang melayani pasokan ke pengusaha ritel modern.
 
“Ada apa memasuki tahun politik ini Apalagi Mendag konsultasi dengan para tengkulak yang selama ini ditengarai sebagai mafia pangan itu,” Ujarnya
 
Seraya mendukung pendapat ekonom sekaligus mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli, bahwa ada kepentingan  di balik imfor beras ini ungkapnya (Red)
Baca 235 kali
© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+