hpn2020
Kamis, 15 Oktober 2020 04:54

Kesejahteraan Guru Akan Menjadi Perhatian Khusus Amanah Besar

Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Visi Misi dan Program Amanah Besar untuk bidang pendidikan, nantinya akan disinergikan dengan visi pendidikan nasional.itu, disampaikan Cawabup Amanah Besar Moh.Besar Bantilan kepada sejumlah wartawan dikediamannya di tolitoli, kamis (15/10/2020).

“Karenanya kedepan, kita akan dukung sepenuhnya Program Nasional Revolusi Karakter Bangsa dengan mengedepankan aspek kepribadian lokal,” tukas Esar Bantilan.

Menurutnya, penataan kembali kurikulum pendidikan nasional harus terus didukung, dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, nilai- nilai patriotisme, semangat bela negara.

“Pendikan dasar budi pekerti, akan kita canangkan sebagai program wajib untuk pemantapan karakter dan kepribadian lokal, ” tukasnya.

Soal lain yang menjadi fokus perhatian, kata Moh.Bantilan, soal budaya dan bahasa daerah yang harus masuk dalam kurikulum pendidikan muatan lokal.

“Adik-adik kita, para siswa, harus terus di didik untuk cinta terhadap budaya dan bahasa daerah, itu akan jadi perhatian,” ujarnya.

Seiring dengan itu, dirinya juga mempertegas komitmen Pasangan Amanah Besar terkait kualitas dan tingkat kesejahteraan guru, termasuk guru PAUD/TK.

“Kualitas dan tingkat kesejahteraan guru, termasuk guru Paud dan TK harus jadi fokus perhatian,” tegasnya.

Karena itu kedepan, Pemerintah Daerah harus dapat memberikan jaminan hidup yang memadai bagi para guru, terutama yang bertugas di daerah terpencil dengan memberikan suport tunjangan fungsional yang lebih memadai, dukungan fasilitas yang memadai dalam rangka pengembangan keilmuwan serta promosi kepangkatan dan karier.

“Kebijakan pemerataan fasilitas pendidikan diseluruh wilayah kecamatan dan desa harus terus dilakukan, terutama dikawasan atau wilayah yang teridentifikasi masih sangat rendah tingkat pelayanan pendidikannya,” nilainya.

Menurut Moh. Besar Bantilan, dirinya mencermati dan mendalami terkait soal masalah pendidikan di tolitoli, makanya dalam soal rekruitmen dan distribusi guru, kedepan akan dilakukan secara adil dan merata dengan tetap memperhatikan kualitasnya.

Hal nyata yang akan dilakukan untuk kepentingan dunia pendidikan di tolitoli, dengan mencanangkan Gerakan Gotong Royong, agar tidak boleh. ada lagi warga masyarakat usia sekolah yang tidak sekolah karena alasan biaya.

Untuk warga pra sejahtera (miskin-red) berprestasi akan diberikan akses dan kemudahan untuk dapatkan jaminan pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa atau bantuan pendidikan melalui suport dana APBD.

“Kita akan membuka akses dan kemudahan bagi masyarakat miskin untuk dapatkan jaminan lanjutan pendidikan tinggi, karenanya selain disiapkan kebijakan beasiswa atau bantuan pendidikan, akan didorong kemitraan dengan sejumlah Perguruan Tinggi,” tandasnya.

"Upaya pemda kedepan untuk memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru, juga nantinya akan dipertegas komitmen kebijakan, agar tidak ada lagi pungutan-pungutan yang membebani siswa, terutama setiap memasuki masa tahun ajaran baru (tim).

Baca 117 kali
© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode