hpn2020
Jumat, 09 Oktober 2020 03:20

Aksi Demo Mahasiswa Di Tolitoli Sempat Diwarnai Kericuhan

Nilai butir ini
(0 pemilihan)

Tolitoli, lensaangkasanews.com - Aksi demo turun kejalan, mahasiswa di kabupaten tolitoli menyerukan penolakan penetapan UU cipta kerja Omnibus Law,, aksi tersebut diwarnai kericuhan pelemparan batu dari pihak mahasiswa dan penembakan peluru gas air mata dari pihak kepolisian.kamis 8 oktober 2020.

Ratusan mahasiswa memadati beberapa ruas jalan yang ada ditolitoli,sebelum mahasiswa memdatangi kantor DPRD Tolitoli terlebih dahulu mareka melakukam orasi di perempatan lampu merah tolitoli Jalan Usman binol, Kelurahan Baru Kecematan Baolan Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah.

Mahasiswa berkumpul membentuk barisan guna menyampaikan aspirasi dalam menolak UU cipta kerja karna ada beberapa poin dalam UU cipta kerja menjadi kejanggalan sehingga mahasiswa mengambil langkah untuk melakukan aksi damai turun kejalan. Setelah melakukan aksi damai di perempatan lampu merah selanjutnya massa aksi bergerak menuju kantor DPRD kabupaten tolitoli, guna untuk menyeruakan Aspirasi mereka.

Tiba didepan kantor DPRD yang sudah di jaga ketat oleh pihak kepolisian yang di lengkapi dengan satu unit mobil water canon, sempat terjadi aksi saling dorong dengan pihak keamanan,karna mahasiswa ingin masuk dan meduduki gedung DPRD untuk bertemu langsung dengan ketua dan anggota DPRD guna membahas dan menyetujui UU cipta kerja ditolak.

Saat saling dorong terjadi antara mahasiswa dan pihak kepolisian sempat terjadi insiden dimana beberapa mahasiswi terjatuh diselokan.

Beberapa menit setelah Perwakilan dari masing masing Perguruan Tinggi melakukan negosiasi agar diperbolehkan masuk kedalam gedung DPRD tidak menemukan hasil, karna DPRD menginginkan hanya perwakilan 21 orang yg bisa masuk dalam gedung,namun mahasiswa lain tetap berada di luar gedung sehingga mahasiswa tidak menyetujui saran tersebut.

Namunpun demikian tiga perwakilan dari anggota DPRD keluar menemui mahasiswa, tapi mahasiswa bersih keras agar Ketua DPRD Randi Saputra yang menemui massa aksi.

Dalam aksi tersebut bentrokan antar mahasiswa dan pihak kepolisian sempat terjadi,yang mana mahasiswa ingin menerobos masuk kedalam gedung DPRD namun di halangi oleh pihak keamanan sehingga terjadi kericuhan.

Saling dorongpun terjadi mahasiswa mulai melakukan pelemparan batu dan memicu pihak kepolisian untuk membubarkan para demonsrtan dengan menembakan peluru gas air mata untuk membubarkan mahasiswa.

Penembakan gas air Mata menyebabakan puluhan mahasiswa, wartwan serta pihak kepolisian merasakan pedis dan perinya pada bagian Mata, 1 anggota Polisi terkena lemparan di bagian hidung dan langsung mendapatkan perawatan.

Aksi tersebut menyebabkan 8 mahasiswa mengalami cedera dan tiga mahasiswa dalam pengamanan pihak kepolisian yang selanjutnya akan di proses sesuwai peraturan yang berlaku.

Setelah kurang lebih 10 jam masa aksi menduduki jalan depan kantor DPRD,hasilnya beberapa anggota dewan sepakati permintaan masa aksi,dan akan membuat rekomendasi ke DPRD Provisi Sulawesi tengah.***(Wanna)

Baca 22 kali
© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+