hpn2020
Senin, 15 Juli 2019 15:27

Aksih Petani Cengkih: Bupati Tolitoli Putuskan Harga Cengkih Rp 100.000

Nilai butir ini
(4 pemilihan)

Keterangan foto: masa aksi petani cengkih ketika berada di kantor DPRD Tolitoli Tolitoli,

 

lensaangkasanews.com - Ratusan petani cengkeh yang tergabung dalam forum petani cengkeh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tolitoli menggelar aksi unjuk rasa terkait anjloknya harga cengkeh. Aksi yang digelar pada Senin 15 Juli 2019 dan dimulai sekira pukul 10.30 WITA dengan melakukan konvoi menuju gudang penampungan cengkeh milik PT Prima Tolis di kawasan jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.

Saat akan masuk ke kantor PT Prima Tolis yang berdampingan dengan gudang penampungan cengkeh, sempat terjadi kericuhan antara ratusan massa aksi dengan puluhan personel kepolisian namun akibat terjadi dorong dorongan akhirnya massa berhasil merangsek masuk.

Massa aksi yang dipelopori ketua koordinasi forum petani cengkeh Jasmin H Ardi sempat menemui perwakilan PT Prima Tolis dan melakukan negosiasi sebagai bentuk protes mereka terhadap anjloknya harga cengkeh yang merupakan tanaman unggulan di daerah ini.

Pertemuan tersebut berjalan buntu yang mana pada akhirnya ratusan massa kembali bergerak menuju gudang penyimpangan cengkeh yang berada di bagian belakang. Usai mendatangi kantor PT Prima Tolis massa aksi yang sebagian besar datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Tolitoli mendatangi kantor DPRD setempat dan melakukan orasi dihadapan para anggota legislatif.

Masa aksi di terima wakil ketua DPRD Tolitoli Nursida K Bantilan di dampingi beberapa anggota DPRD Rahmat Razia dari PKB dan Ashar Nasrulah dari PAN.

Di halaman kantor DPRD masa aksi membakar ban bekas dan api sempat membesar.

Masa aksi tetap bertahan di halaman kantor DPRD walaupun wakil ketua dan beberapa anggota DPRD sudah mempersilahkan masuk ke ruangan,namun mereka tetap berorasi di luar gedung,kata mereka kami mau masuk kalau sudah ada pemerintah yang hadir,sebab kami butuh kepastian harga bukan rekomendasi.

Saat menggelar aksi Koordinator Jasmin H Ardi menngungkapkan kami minta agar mata rantai monopoli cengkeh harus diputus di Tolitoli karena hal tersebut yang membuat harga cengkeh anjlok dan sudah menyengsarakan rakyat,"ungkap Jasmin Senin (15/7/2019).

Jasmin menambahkan pihaknya meminta keseriusan dan campur tangan Pemkab Tolitoli untuk kembali menggunakan perusahaan Daerah (Perusda) dan bekerjasama dengan Bank Sulteng untuk mengambil alih penjualan cengkeh di daerah ini.

Tak puas dengan pertemuan bersama wakil rakyat di kantor DPRD, ratusan massa aksi langsung bergerak menuju kediaman rumah dinas Bupati Tolitoli hingga malam hari, untuk meminta pernyataan terkait anjloknya harga cengkeh.

Di kediaman rumah dinas Bupati,masa aksi di terima Bupati Tolitoli H.M Saleh Bantilan di dampingi beberapa organisasi perangkat daerah terkait,Bupati Alek Bantilan sapaan akrab Bupati Tolitoli mengatakan pada masa aksi,besok harga cengkih saya akan usulkan agar bisa di putuskan Rp 100.000/kg.

"Saya besok rapat bersama Forkopimda dan kami akan mengusahakan agar pembelian cengkeh minimal mengikuti harga pasaran yang ada minimal 94 ribu hingga Rp100 ribu,"tandas Bupati Tolitoli Moh saleh Bantilan.***(Venus)

Baca 9658 kali
© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.
Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+