Senin, 11 Jun 2018 14:34

Mengajarkan Anak Untuk Menyelesaikan Konflik

Ditulis oleh
Nilai butir ini
(1 Pilih)
Mengajarkan Anak Untuk Menyelesaikan Konflik 
Oleh Riki Wirahmawan, S. Si., M. Pd (Trainer Sekolah Guru Indonesia) 
 
Tolitoli,lendaangkasa.com - Mengajarkan anak dalam menyelesaikan konflik yang terjadi menjadi hal penting yang harus dilakukan di sekolah. Menjadi suatu hal yang sangat fatal ketika sekolah membiarakan anak-anak memiliki paradigma yang keliru dalam menyelesaikan konflik, sebut saja saat anak-anak merespon konflik hanya dengan kekerasan. Dari sisi nilai pendidikan, hal tersebut merupakan kesalahan yang serius. Orang yang merespon situasi konflik dengan kekerasan dapat membahayakan diri sendiri dan orang. Mereka memiliki kekurangan dalam membangun hubungan baik termasuk pernikahan dan pengasuhan anak. Misalnya, ketika kemampuan resolusi konflik sudah krusial maka kealfaan mereka dalam memimpin menggiring pada kekerasan verbal dan fisikal. Sebagai warga negara, seseorang yang tidak berkontribusi kepada negara dan dunia mencari alternative kontribusinya dengan jalan kekerasan. Bahkan, mereka seringkali menjadi pelaku kekerasan di lingkungan masyarakat.
 
Kehidupan moral di kelas penuh dengan kesempatan untuk mengajar anak-anak menangani konflik secara konstruktif. Suatu penelitian yang pernah dilakukan oleh seorang guru di kelasnya menyatakan tentang situasi yang menyebabkan konflik di kelas mereka diantaranya adalah ketika kamu tidak setuju dengan apa yang orang lain katakan, dua orang ingin menggunakan benda yang sama di waktu yang sama, dua orang berdebat tentang apa yang dilakukan dan seseorang datang kemudian mengambil alih pembicaraan, seseorang melempar sesuatu, dll. 
 
Rapat kelas yang mengambangkan pengajuan solusi dari suatu masalah merupakan salah satu cara untuk membantu murid belajar menerima konflik. Akan tetapi, rapat kelas tidak dapat menyelesaikan semua masalah, karena beberapa alasan, yaitu konflik harus diterima ketika konflik terjadi, dan guru tidak dapat mengadakan rapat kelas setiap ada konflik, pada saat sebuah konflik “memanas” murid-murid sering kali mengingat dan membawa serta masalah mereka, beberapa siswa yang masih kekanak-kanakan akan meminta perlindungan ekstra pada hubungan interpersonal yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah, berikut sebuah pendekatan yang memadai untuk pengajaran resolusi konflik termasuk lima elemen berikut:
 
1. Kurikulum terencana yang telah siswa pikirkan tulis dan bicarakan dalam berbagai konflik
 
2. Pelatihan kemampuan terstruktur yang membimbing siswa menghindari konflik dan kemampuan resolusi konflik
 
3. Menggunakan rapat kelas untuk konflik yang terjadi diantara angota kelas dan untuk menetapkan norma penyelesaian konflik yang baik dan tanpa kekerasan
 
4. Turut campur tangan ketika dibutuhkan untuk membantu siswa menerapkan kemampuan intra personal pada saat konflik baru terjadi
 
5. Membuat rasa tanggung jabab siswa bertambah untuk menyelesaikan konflik mereka dengan bantuan orang dewasa
 
Dengan melakukan lima hal diatas diharapkan siswa dapat belajar bagaimana sebaiknya respon yang timbul saat terjadi konflik di kelasnya atau bahkan dalam kehidupannya.***
Baca 862 kali

Berikan komentar

Tulis Komentarnya donk..

© 2018 Lensaangkasa.com. All Rights Reserved.

Please publish modules in offcanvas position.

Salin cuplikan kode Share on Facebook Share on Twitter Share on Google+